Dollar Amerika Melawan

0
Dollar Amerika mengadakan perlawanan (Foto : ist)

~ Memasuki jam. 22.00 kemarin perlawanan Seller (penjualan) mulai menunjukkan perlawanan. Dolar AS naik tipis terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat sore ini karena investor bersiap untuk mengamati pengumuman data ketenagakerjaan AS yang sangat diantisipasi beberapa jam lagi.

~ Sebelumnya pada hari Kamis, greenback berada di bawah tekanan setelah rilis laporan ekonomi AS yang beragam. Prosesor penggajian ADP kemarin melaporkan bahwa para pengusaha swasta AS menambahkan 250.000 pekerjaan pada bulan Desember, jauh di atas ekspektasi para ekonom.
Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS meningkat 3.000 di minggu lalu menjadi 250.000, mengecewakan ekspektasi untuk penurunan 6.000.

~ Dolar AS secara singkat pulih setelah para pembuat kebijakan Federal Reserve mengakui, dalam risalah rapat Federal Reserve pada bulan Desember yang dirilis pada hari Rabu, bahwa pasar tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS tetap kuat, meski inflasi tetap lemah dan berada di bawah target 2 persen bank tersebut.

~ Risalah tersebut tampaknya menunjukkan bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunganya secara bertahap namun laju kenaikan dapat meningkat jika inflasi terkonfirmasi naik.
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan tertimbang enam mata uang utama, naik 0,19 persen di 92,03, demikian yang terlihat pada data CNBC.

~ Euro dan pound masih relatif stabil meskipun agak tertekan, dengan EUR/USD di $1,2047 dan GBP/USD di $1,3530 saat berita ini ditulis.
Yen dan franc Swiss melemah, dengan USD/JPY naik 0,42 persen menjadi ¥113,20 dan dengan USD/CHF menambahkan 0,40 persen menjadi Fr0,9756.

~ Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru berbalik melemah, dengan AUD/USD turun 0,30 persen pada $0,7840 dan dengan NZD/USD berkurang 0,08 persen menjadi $0,7150.

~ Sebelumnya pada hari Jumat, Biro Statistik Australia mengatakan bahwa defisit perdagangan negara itu melebar menjadi A$628 juta pada bulan November dari A$302 juta di bulan Oktober, yang jumlahnya direvisi dari perkiraan sebelumnya yaitu A$105 juta. Analis memperkirakan defisit perdagangan akan melebar menjadi hanya A$550 juta di bulan November.

~ Namun perlawanannya tetap menjadi pertanyaan para trader, akan berlanjut sampai minggu berikutnya ?
Masih sangat meragukan. Karena itu, masih banyak trader mengandalkan analisa teknikal, daripada analisa fundamental (maz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here