Salurkan Kredit Hulu-Hilir Rp100 Miliar, Pemprov Gandeng Bank Jatim

0

JOMBANG, kadenews.com: Pemerintah Provinsi Jatim bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam rangka penyaluran kredit pertanian dalam program Hulu-Hilir dari dana bergulir yang diinisiasi Pemprov Jatim.

Dalam program ini, Pemprov menyiapkan sedikitnya Rp 100 miliar untuk disalurkan kepada petani di 6 Kabupaten di Jatim yang menjadi sentra penghasil bahan pokok.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Fattah Jasin mengatakan melalui program ini pihaknya ingin meningkatkan nilai tambah untuk kesejahteraan petani melalui penyaluran kredit dengan bunga rendah.

“Melalui program ini kami ingin agar petani punya nilai tambah yang bisa mendorong tingkat kesejahteraan petani. Dengan program ini petani bisa mendapatkan modal kerja dengan bunga murah sehingga tidak lagi ahrus terjerat tengkulak,” kata Fattah Jasin di sela penandatanganan Surat Perjanjian Kredit (SPPK) Program Hulu Hilir kepada 78 calon debitur di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, akhir pekan lalu.

Penyaluran kredit Hulu-Hilir untuk petani di wilayah Jombang ini merupakan langkah awal penyaluran kredit tersebut di wilayah Jatim. Khusus di wilayah Jombang ini, kredit Hulu-Hilir di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro dislaurkan untuk 78 petani dengan nilai kredit Rp 170 juta.

Selain di Jombang, Kredit ini juga akan dislaurkan ke 5 daerah lain yakni Ngawi, Kediri, Malang, Jember dan Tuban. Dari alokasi dana bergulir Rp100 miliar tersebut, sekitar 70 persen diantaranya atau Rp70 miliar difokuskan untuk sektor pertanian, dan sisanya untuk sektor perikanan dan perkebunan.

Untuk sektor pertanian, fokus utamanya di komoditas padi, sedangkan di perkebunan untuk kakao dan kopi, sementara perikanan untuk budidaya ikan lele dan udang vaname. Dari dana bergulir tersebut setidaknya bisa menkover sekitar 1.600 ha lahan pertanian dan perkebunan untuk sekitar 3.000 petani.

Sementara itu, Direktur Ritel, Konsumer & Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Sudjiaryanto mengatakan pihakna siap membantu Pemprov Jatim menyalurkan kredit dana bergulir ini. Kredit ini sendiri mematok bunga yang cukup rendah, hanya 6 persen setahun dengan tenor maksimal 3 tahun.

“Dengan bunga single digit ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani serta mendorong eprtumbuhan sektor agrobisnis maritim di Jawa Timur,” katanya. (dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here