Rekening Dibobol Rp 5 Juta, Bu Guru Pertanyakan IT Bank Syariah Mandiri

0
MELAPOR: Ny Zainab ketika melaporkan pembobolan rekekingnya di Mapolresta Sidoarjo. (Foto: nurchaya hadi/ kadenews.com)

SIDOARJO-KADENEWS.COM: Keamanan Information Technology (IT) Bank Syariah Mandiri (BSM) dipertanyakan. Hal ini dikarenakan ada nasabah bank tersebut yang kebetulan seorang guru sekolah dasar (SD) yang rekeningnya dibobol dan akhirnya harus rugi jutaan rupiah.

Ny Zainab, seorang guru sekolah dasar di yayasan sekolah Islam ternama di Surabaya melaporkan kalau rekeningnya dibobol orang yang bernama Taopik Hidayat dengan beberapa kali tarikan mulai tanggal 4 Juni sampai dengan 9 Juni hingga isi rekeningnya habis terkuras.

BUKTI TRANSFER: Salah satu bukti pemindahan dari rekening korban di Bank Syariah Mandiri ke rekening bank lain atas nama pelaku Taopik Hidayat. (Foto: istimewa)

“Saya baru tahu kalau rekening saya dibobol pada Jumat 12 Juni ketika mau mengambil duit dan saya cek di ATM ternyata duitnya tinggal 167 ribuan. Terus terang saya kecewa dengan BSM, kok mudah dibobol rekeningnya,”papar Zainab yang warga Candi Sidoarjo itu.

Dikatakan, rekening tersebut dibuat di BSM Jembatan Merah secara masal dikoordinir sekolah sebagai rekening penerima gaji karyawan. “Karena itu, Sabtu (13/6) saya langsung telepon call center dan rekening langsung diblokir. Dan saya diperintahkan untuk melaporkan di BSM terdekat,”tambahnya.

Setelah itu, lanjut Zainab, hari Senin (15/6) dia melaporkan apa yang dialaminya kepada BSM cabang Sidoarjo di Jalan Jenggolo. ” Saya tanyakan kepada petugasnya, yang namanya Silvi. Kenapa IT BSM mudah dibobol begini. Kita kan sangat dirugikan. Dia hanya minta maaf dan mengatakan akan dikoordinasikan dengan BSM pusat di Jakarta. Karena menurutnya ini ada kaitannya dengan bank lain yang dipakai pembobol rekening saya,”ungkapnya.

Ditanya tentang kerugian yang dialaminya, Zainab mengatakan uang yang dibobol itu sekitar Rp 5 jutaan. “Nilai totalnya Rp 5 jutaan. Pengambilannya itu bervariasi mulai Rp 1.270.000, Rp 865.000, sampai terendah Rp 225.000 dan diambil antara 4-9 Januari. Sehari bisa lebih dari sekali pengambilan. Semua ditransfer ke rekening bank lain, jadi bukan ke sesama rekening BSM,”jelasnya.

Ditambahkan, karena sampai Kamis (18/6) tidak ada perkembangan informasi dari BSM Sidoarjo maka hari itu juga dia mendatangi lagi kantor BSM cabang Sidoarjo.

Nah ini yang membuat saya kecewa. Sama petugasnya, saya kok malah disuruh ngurus sendiri ke bank Taopik Hidayat yang membobol rekening saya. Ini saya sudah dirugikan masih harus mengurusnya ke bank lain lagi,”paparnya.

Akhirnya kejadian itu langsung dilaporkan ke Polda Jatim pada Jumat (19/6).
Laporan diterima oleh Brigradir Pol Denny Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Jatim. Karena nilainya di bawah Rp 10 juta, maka laporan di arahkan ke Polresta Sidoarjo. Di Polresta Sidoarjo laporan diterima Kurnia, bagian pelayanan dan konseling, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Sidoarjo.
“Akan segera kita proses setelah nanti kelengkapan dari pelaporan ini sudah lengkap,” ujar Kurnia.

Menurut Zainab, kejadian ini dilaporkan dan di-share ke media bertujuan agar orang lain lebih hati hati dan sering kontrol terus rekeningnya terutama yang memiliki M-Banking. ” Semua supaya hati hati. Agar tidak tiba tiba hilang semua duitnya di rekening tanpa kita ketahui kalau ternyata rekening sudah dibobol orang,”pungkas Zainab.(nch)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here