Menteri Pertanian Minta Petani Optimalkan Alsintan

0
24
views
Berbagi di Facebook
Tweet di Twitter
KUNJUNGAN: Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman berdialog dengan petani di Desa Wonorejo, Kec. Kedungjajang, Kab. Lumajang, Kamis (24/5/2018).

LUMAJANG-kadenews.com: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Kab. Lumajang.

Mentan bersama rombongan mengunjungi area persawahan Desa Wonorejo, Kec. Kedungjajang, Kab. Lumajang, Kamis (24/5/2018).

Kunjungan itu, memberi spirit bagi para petani di daerah. Mentan mendorong petani di dalam upaya mengoptimalkan alsintan (alat mesin pertanian) di daerah tersebut.

Kedatangan rombongan Mentan RI disambut Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., dan anggota Forkopimda Kab. Lumajang.

Pada kesempatan tersebut, Mentan RI mengajak petani berdialog secara langsung, menyampaikan permasalahan, harapan serta aspirasi.

Ia menyampaikan penggunaan alsintan sangat dibutuhkan masyarakat, untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi proses pengerjaan sawah.

Penggunaan alat mekanik pertanian ditujukan agar biaya pengolahan lebih minim, sangat membantu proses pertanian, serta mempercepat produksi pertanian.

“Alsintan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas petani”, ungkapnya.

Menurutnya, jangan biarkan lahan pertanian tidur, kalau alat pertanian pertanian bergerak pasti ada hasil perekonomian yang bergerak.

Mentan meminta Kepala Dinas Pertanian memaksimalkan penggunaan alat pertanian yang sudah diberikan negara semaksimal mungkin.

“Saya minta kepada para direktur, kepala dinas tidak ada alat pertanian traktor tidur di rumah. Jangan sampai jadi pajangan di rumah, kalau tidak akan kami pindahkan ke kelompok tani lainnya”, tegasnya.

Mentan meminta agar biaya sewa traktor di seluruh kelompok tani tidak memberatkan para petani, seperti halnya yang terjadi di Desa Wonorejo, Kec. Kedungjajang ini.

Sejauh ini, harga sewa traktor kurang lebih 800 ribu per hektar. Ia meminta secara tegas, harga sewa traktor diturunkan menjadi 600 ribu per hektar. Hal ini ditujukan agar semakin banyak para petani yang bisa mengambil manfaat dari alsintan yang diberikan pemerintah.(fat/ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here