140 Orang Relawan Covid 19 di Jember Mundur, Kenapa?

0
136
views
TAK DIBERI HONOR: Relawan pemakaman jenazah Covid-19 di Jember banyak yang mundur. (Foto: ist)

JEMBER- KADENEWS.COM: Jumlah relawan pemakaman jenazah CovId-19 di Jember menurun dari 140 relawan menjadi belasan orang. Anggota Komisi D DPRD Jember, Ardi Pujio Prabowo mengomentari hal ini.

“Dari jumlah awal yang terekrut sebanyak 140 orang, sekarang tinggal belasan,” ujar Ardi dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Jember dengan Dinkes, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan rumah sakit, Rabu (28/7/2021)

Ardi menyesalkan hal itu karena para relawan berperan penting dalam penanganan jenazah Covid–19 di Jember.  Salah satu alasan para relawan mengundurkan diri karena tak mendapat insentif saat bekerja. “Dulu ada honornya, namun sekarang tidak ada,” imbuhnya dikutip dari kompas.com.

Menurut Ardi, meski para relawan memang bertugas karena panggilan kemanusiaan, namun mereka perlu mendapatkan insentif. Sebab, mereka telah bekerja keras melakukan pekerjaan yang tidak mudah dan berisiko.

Lebih lanjut, Ardi ingin BPBD Jember dan Satgas Covid-19 untuk melakukan rekrutmen kembali.

Di lain pihak, Plt Kepala BPBD Jember, M Djamil menerangkan bahwa mundurnya relawan pemakaman jenazah Covid-19 adalah hal yang lumrah. Ia merasa tidak perlu khawatir sebab para relawan akan datang silih berganti. ”Setelah mundur, ada lagi yang datang,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa para relawan tersebut sebagai mitra kerja BPBD Jember. Jadi, jika mereka punya waktu luang, maka boleh ikut membantu.“Kalau mereka ikut kerja, ada uang saku untuk pengganti bensin dan makan,” jelasnya.

Meski banyak relawan yang mundur, Djamil mengaku tak terlalu khawatir. Sebab, masih tersedia relawan yang dapat membantu mengurus pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Dicurigai Organ Jenazah Hilang

Kasus lain, yang menghebohkan, warga Silo, Kabupaten Jember merebut dan merusak mobil ambulan, Jumat (23/7/2021).  Saat kejadian mobil ambulans  itu mengantarkan jenazah pasien Covid-19 ke Dusun Sukmoilang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember.

Polisi telah memeriksa dan meminta keterangan kepada 13 warga terkait kejadian tersebut. Tokoh masyarakat Desa Pace Silo, KH Farid Mujib, membenarkan hal tersebut ketika menjadi saksi di Mapolres Jember, Rabu (28/7/2021).

“Ada 10 orang yang bersama saya hari ini diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi. Kemarin ada tiga orang yang diperiksa, ya kami ditanya soal kronologis kejadian itu. Saya ceritakan, jika saat itu kondisi jenazah di dalam peti, posisinya tengkurap dan banyak darah yang keluar,” ujar pria yang akrab disapa Ra Farid itu.

Menurut Ra Farid warga lainnya juga melihat kondisi jenazah dalam peti tengkurap dan banyak darah. Sehingga, warga mulai menyebarkan isu hoaks kalau terdapat organ tubuh jenazah yang hilang.

Ra Farid menganggap hal tersebut menjadi pemicu amarah warga sehingga melakukan aksi brutal terhadap ambulan.

“Saya tidak tahu siapa yang mengembuskan kalau ada organ tubuh jenazah yang hilang. Karena situasi sudah mulai tidak terkendali, saya datang dan melihat untuk memastikan isu tersebut. Ternyata organ tubuh jenazah utuh, lalu jenazah kami mandikan ulang dan dimakamkan biasa (tanpa prosedur Covid-19, red),” ujar Ra Farid.

Selain itu, Ra Farid tidak menampik bahwa hasil swab PCR jenazah tersebut adalah positif. “Kalau hasil PCR positif, tapi tetap dimakamkan biasa oleh warga malam itu juga dan tidak protokol kesehatan,” ucapnya.

Namun, Ra Farid menjelaskan bahwa kondisi di desanya sudah mulai kondusif. Ia meminta bahwa kejadian seperti ini tak terulang lagi
(wk/ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here